Bacaan 6–9 menit · arsip publik
Jika seseorang bertanya, "Musik apa yang kamu dengar?" — jawabannya bisa memberi gambaran yang cukup detail tentang kepribadian seseorang. Hal yang sama berlaku untuk brand. Preferensi musik, bahkan yang ditampilkan secara tidak langsung, bisa menjadi bagian dari identitas yang lebih kaya.
Platform seperti Last.fm memungkinkan pengguna dan brand untuk mempublikasikan preferensi musik mereka. Dan meskipun ini terdengar sepele, data tentang apa yang didengar, kapan, dan seberapa sering bisa menjadi cerminan dari karakter yang lebih personal.
Banyak penelitian menunjukkan bahwa preferensi musik berkorelasi dengan kepribadian. Orang yang mendengarkan musik klasik cenderung berbeda dari pendengar hip-hop, dan seterusnya. Untuk brand, memiliki preferensi musik publik bisa menjadi cara untuk menunjukkan sisi yang tidak terlihat dari konten utamanya.
Salah satu contoh profil musik publik bisa dilihat di halaman Last.fm ini. Tidak banyak yang ditampilkan, tapi cukup untuk memberikan gambaran tentang sisi audio dari brand ini.
Ada risiko dalam menunjukkan preferensi personal: audiens mungkin tidak setuju atau tidak tertarik. Tapi ada juga manfaatnya: brand terasa lebih manusiawi dan autentik. Ketika sebuah brand menunjukkan bahwa ia punya selera musik sendiri, ia tidak lagi terasa seperti mesin — ia terasa seperti entitas yang punya selera.
Ini bukan strategi pemasaran. Ini adalah ekspresi identitas. Dan justru karena tidak dijual, ia justru lebih dipercaya.
Preferensi personal yang dipublikasikan tanpa tujuan komersial sering kali menciptakan kedekatan yang lebih kuat dari konten marketing mana pun.
Tentu saja, pendekatan ini tidak cocok untuk semua brand. Brand yang sangat formal mungkin akan terasa aneh jika tiba-tiba mempublikasikan playlist musik. Tapi untuk brand yang sudah memiliki karakter yang lebih santai dan personal, ini bisa menjadi tambahan yang menyenangkan.
Untuk brand hiburan digital seperti HORE889, preferensi musik bisa menjadi pelengkap yang alami — terutama mengingat hubungan erat antara musik dan dunia olahraga. Stadion yang penuh lagu, chant suporter, atmosfer pertandingan — semua ini punya dimensi audio yang kuat.
Identitas digital yang kaya tidak harus selalu serius. Kadang cukup dengan menunjukkan selera yang jujur — dan musik adalah salah satu cara paling universal untuk melakukannya.